Sabtu, 12 Desember 2015

لولوء زاهرة الشّريفة
Berjilbab Secara Islam
Islam adalah agama rahmatan lil ‘alamin. Allah meletakkan kebahagiaan umat manusia dengan mengamalkan agama secara sempurna yaitu dengan masuk Islam secara kaffah, melaksanakan perintah Allah dan Rasul-Nya dan mengamalkan Sunnah-Nya serta menjauhi segala larangan-Nya. Zaman sekarang ini wanita muslimah identik dengan memakai jilbab dan memakai pakaian muslimah sudah menjadi trend masa kini. Sekarang ini berkembang istilah “Jilbab Gaul” maksudnya seorang wanita memakai jilbab dengan tujuan hanya sekedar untuk bergaya dan mengikuti trend, dan biasanya jilbab yang dipakai lebih bernuansa budaya daripada ajaran agama. Pada saat ini pula jilbab yang dipakai bukan untuk melindungi diri dari orang-orang yang tidak bertanggung jawab, melainkan lebih ke ranah fashion.  Walaupun sudah memakai jilbab tetapi masih saja memperlihatkan aurat dan bentuk tubuh karena pakaian yang dipakainya sangat ketat dan jilbab yang dipakai tidak menutup auratnya secara sempurna (tidak menutupi dada).
Pada dasarnya agama Islam tidak menentukan model pakaian tertentu, asalkan pakaian yang dipakai bisa menutup aurat dan tidak mengundang fitnah, maka tidak ada persoalan dalam cara berpakaian. Hal ini sebagaimana dengan hadits yang diriwayatkan oleh Tirmidzi. Rasulullah SAW. bersabda yang artinya: “Sesungguhnya wanita itu adalah aurat, sehingga bila ia keluar ia akan disambut oleh setan-setan” (H.R. Tirmidzi, silsilah As-Sahihah: 2688, Irwa’ul Ghalil).
Seorang wanita muslimah memakai jilbab itu hukumnya wajib. Tidak ada tawar menawar dalam hukum ini. Namun terkadang jilbab dijadikan sebagai tolak ukur perilaku seseorang, seperti “Dia berjilbab, tetapi akhlaknya buruk, tidak sesuai dengan syari’at Islam”. Jika ada seorang wanita berjilbab, tetapi akhlaknya buruk, berarti wanita tersebut hanya mampu “mengetahui” belum sampai “memahami makna berjilbab”. Kita tidak boleh menyalahkan jilbabnya, karena memakai jilbab hukumnya wajib, cukup dari pribadinya. Jilbab bukan sekedar selembar kain yang ditutupkan diatas kepala, jilbab juga bukan semata-mata penutup rambut. Sesungguhnya memakai jilbab jika dilihat dari segi lahirnya itu sangat mudah, tetapi jika dilihat dari segi batinnya itu adalah hal yang sangat sulit, harus mampu mamahami, serta mengaplikasikan hakekat berjilbab dan harus bisa menjaganya. Hakekat jilbab adalah hijab lahir batin. Hijabi mata kamu dari memandang lelaki yang bukan mahram kamu, hijabi lidah kamu dari ghibah. Usahakan selalu berdzikir kepada Allah, hijabi telingamu dari perkara yang mengundang madharat baik untuk dirimu maupun masyarakat, hijabi hidungmu dari mencium segala hal yang berbau busuk, hijabi kedua tanganmu dari berbuat yang tidak senonoh, hijabi kakimu dari melangkah menuju maksiat, hijabi pikiranmu dari berpikir yang mengundang setan untuk memperdayai nafsumu, hijabi hatimu dari sesuatu, yaitu Allah. Bila kamu sudah bisa, maka jilbab yang kamu pakai akan menyinari hatimu, itulah hakekat berjilbab. Dalam berjilbab juga harus memahami dan mengaplikasikan kriteria hijab yang syar’i:
1.      Meliputi seluruh badan selain yang dikecualikan.
2.      Bukan berfungsi sebagai perhiasan.
3.      Kainnya harus tebal (tidak tipis).
4.      Harus longgar (tidak ketat), sehingga tidak menggambarkan sesuatu dari tubuhnya.
5.      Tidak diberi wewangian/parfum.
6.      Tidak menyerupai pakaian laki-laki.
7.      Tidak menyerupai pakaian wanita-wanita kafir.
8.      Tidak menyerupai pakaian untuk mencari popularitas.
Memakai jilbab harus disertai dengan niat dan harus benar-benar ikhlas untuk melakukan hal yang wajib, karena itu perintah Allah. Jilbab bukan sebagai perhiasan untuk dipamerkan. Sebagaimana firman Allah SWT:
“Katakanlah kepada wanita yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang nampak daripadanya…”. (Q.S. An-Nur 31). Jangan hanya memakai jilbab untuk mengikuti fashion belaka, atau memakai jilbab hanya untuk menutupi kejelekan sifat dan akhlak yang buruk. Sebagai wanita muslimah, jadikanlah memakai jilbab sebagai kebutuhan untuk kebaikan dirimu, bukan untuk kemasyhuran, sebagaimana hadits yang diriwayatkan oleh Ahmad. Sabda Rasulullah SAW: “Barang siapa memakai pakaian untuk mencari kemasyhuran di dunia, maka Allah memakaikannya pakaian kehinaan di akhirat, kemudian api menjilatinya” (H.R Ahmad).

            Semoga artikel ini bermanfaat bagi kita semua, mudah-mudahan kita semua bisa berjilbab dengan niat yang ikhlas semata-mata untuk melaksanakan perintah Allah yang wajib untuk dilakukan. Jangan hanya berjilbab untuk sekedar mengikuti trend atau fashion masa kini dan rubahlah akhlak kita atau jagalah akhlak kita ketika sudah memakai jilbab agar dijauhkan dari kemadharatan dan godaan setan.