لولوء زاهرة الشّريفة
Berjilbab
Secara Islam
Islam adalah agama rahmatan lil
‘alamin. Allah meletakkan kebahagiaan umat manusia dengan mengamalkan agama
secara sempurna yaitu dengan masuk Islam secara kaffah, melaksanakan perintah
Allah dan Rasul-Nya dan mengamalkan Sunnah-Nya serta menjauhi segala
larangan-Nya. Zaman sekarang ini wanita muslimah identik dengan memakai jilbab
dan memakai pakaian muslimah sudah menjadi trend masa kini. Sekarang ini
berkembang istilah “Jilbab Gaul” maksudnya seorang wanita memakai jilbab dengan
tujuan hanya sekedar untuk bergaya dan mengikuti trend, dan biasanya jilbab
yang dipakai lebih bernuansa budaya daripada ajaran agama. Pada saat ini pula
jilbab yang dipakai bukan untuk melindungi diri dari orang-orang yang tidak
bertanggung jawab, melainkan lebih ke ranah fashion. Walaupun sudah memakai jilbab tetapi masih
saja memperlihatkan aurat dan bentuk tubuh karena pakaian yang dipakainya
sangat ketat dan jilbab yang dipakai tidak menutup auratnya secara sempurna
(tidak menutupi dada).
Pada dasarnya agama Islam tidak
menentukan model pakaian tertentu, asalkan pakaian yang dipakai bisa menutup
aurat dan tidak mengundang fitnah, maka tidak ada persoalan dalam cara
berpakaian. Hal ini sebagaimana dengan hadits yang diriwayatkan oleh Tirmidzi.
Rasulullah SAW. bersabda yang artinya: “Sesungguhnya wanita itu adalah aurat,
sehingga bila ia keluar ia akan disambut oleh setan-setan” (H.R. Tirmidzi,
silsilah As-Sahihah: 2688, Irwa’ul Ghalil).
Seorang wanita muslimah memakai
jilbab itu hukumnya wajib. Tidak ada tawar menawar dalam hukum ini. Namun terkadang
jilbab dijadikan sebagai tolak ukur perilaku seseorang, seperti “Dia berjilbab,
tetapi akhlaknya buruk, tidak sesuai dengan syari’at Islam”. Jika ada seorang
wanita berjilbab, tetapi akhlaknya buruk, berarti wanita tersebut hanya mampu
“mengetahui” belum sampai “memahami makna berjilbab”. Kita tidak boleh
menyalahkan jilbabnya, karena memakai jilbab hukumnya wajib, cukup dari pribadinya.
Jilbab bukan sekedar selembar kain yang ditutupkan diatas kepala, jilbab juga
bukan semata-mata penutup rambut. Sesungguhnya memakai jilbab jika dilihat dari
segi lahirnya itu sangat mudah, tetapi jika dilihat dari segi batinnya itu
adalah hal yang sangat sulit, harus mampu mamahami, serta mengaplikasikan
hakekat berjilbab dan harus bisa menjaganya. Hakekat jilbab adalah hijab lahir
batin. Hijabi mata kamu dari memandang lelaki yang bukan mahram kamu, hijabi
lidah kamu dari ghibah. Usahakan selalu berdzikir kepada Allah, hijabi
telingamu dari perkara yang mengundang madharat baik untuk dirimu maupun
masyarakat, hijabi hidungmu dari mencium segala hal yang berbau busuk, hijabi
kedua tanganmu dari berbuat yang tidak senonoh, hijabi kakimu dari melangkah
menuju maksiat, hijabi pikiranmu dari berpikir yang mengundang setan untuk
memperdayai nafsumu, hijabi hatimu dari sesuatu, yaitu Allah. Bila kamu sudah
bisa, maka jilbab yang kamu pakai akan menyinari hatimu, itulah hakekat
berjilbab. Dalam berjilbab juga harus memahami dan mengaplikasikan kriteria
hijab yang syar’i:
1. Meliputi
seluruh badan selain yang dikecualikan.
2. Bukan
berfungsi sebagai perhiasan.
3. Kainnya
harus tebal (tidak tipis).
4. Harus
longgar (tidak ketat), sehingga tidak menggambarkan sesuatu dari tubuhnya.
5. Tidak
diberi wewangian/parfum.
6. Tidak
menyerupai pakaian laki-laki.
7. Tidak
menyerupai pakaian wanita-wanita kafir.
8. Tidak
menyerupai pakaian untuk mencari popularitas.
Memakai jilbab harus disertai
dengan niat dan harus benar-benar ikhlas untuk melakukan hal yang wajib, karena
itu perintah Allah. Jilbab bukan sebagai perhiasan untuk dipamerkan.
Sebagaimana firman Allah SWT:
“Katakanlah kepada wanita yang beriman: “Hendaklah
mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya dan janganlah mereka
menampakkan perhiasannya, kecuali yang nampak daripadanya…”. (Q.S. An-Nur 31).
Jangan hanya memakai jilbab untuk mengikuti fashion belaka, atau memakai jilbab
hanya untuk menutupi kejelekan sifat dan akhlak yang buruk. Sebagai wanita
muslimah, jadikanlah memakai jilbab sebagai kebutuhan untuk kebaikan dirimu,
bukan untuk kemasyhuran, sebagaimana hadits yang diriwayatkan oleh Ahmad. Sabda
Rasulullah SAW: “Barang siapa memakai pakaian untuk mencari kemasyhuran di
dunia, maka Allah memakaikannya pakaian kehinaan di akhirat, kemudian api
menjilatinya” (H.R Ahmad).
Semoga
artikel ini bermanfaat bagi kita semua, mudah-mudahan kita semua bisa berjilbab
dengan niat yang ikhlas semata-mata untuk melaksanakan perintah Allah yang
wajib untuk dilakukan. Jangan hanya berjilbab untuk sekedar mengikuti trend
atau fashion masa kini dan rubahlah akhlak kita atau jagalah akhlak kita ketika
sudah memakai jilbab agar dijauhkan dari kemadharatan dan godaan setan.